Rasio Lancar atau Current Ratio; Mengukur Kesehatan Likuiditas Perusahaan.

Rasio lancar atau current ratio adalah salah satu rasio likuiditas yang sering digunakan untuk menilai kesehatan sebuah perusahaan atau entitas. Rasio ini membandingkan antara aset lancar dengan kewajiban lancar yang ditanggung oleh sebuah entitas.

rasio lancar = aset lancar / kewajiban lancar

Dari formula tersebut bisa dilihat bahwa rasio ini menggambarkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban yang jatuh tempo pada tahun ini, menggunakan aset yang ia miliki.

Rasio lancar hanya menghitung kemampuan perusahaan untuk satu tahun/periode saja. karena formula perhitungannya juga dibatasi pada aset lancar dan kewajiban lancar saja, dimana keduannya adalah akun yang mengukur besaran aset yang bisa diuangkan dalam periode berjalan (tahun bersangkutan) serta kewajiban yang jatuh tempo pada periode berjalan.

Rasio lancar pada umumnya dianggap sehat jika berada di kisaran 1 sampai 2, atau 100% sampai 200%. Jika rasio lancar sebuah perusahaan adalah 1, maka dapat dikatakan bahwa seluruh kewajiban perusahaan yang jatuh tempo pada tahun ini dapat dicukupi dengan seluruh aset lancar yang dimiliki. jika rasio 1,5 atau 150%, maka jika seluruh kewajiban lancar ditutup/dipenuhi 100%, maka aset lancar yang digunakan menutup masih tersisa 50%. Jika rasio lancarnya 2 atau 200% maka, jumlah aset lancar tersedia dua kali lipat dari kewajiban lancar yang perlu dicukupi.

Jika rasio lancar kurang dari 1 atau kurang dari 100%, jika saat ini seluruh kewajiban lancar harus ditutup, perusahaan tidak punya aset yang cukup untuk menutupnya. Kondisi ini akan membuat pemangku kepentingan, terutama para kreditur dan suplier was-was. Karena perusahaan akan kesulitan memenuhi seluruh kewajibannya.

Sebaliknya jika rasio lancar lebih dari 2 atau lebih dari 200%, dikhawatirkan manajemen terlalu berhati-hati dan banyak aset yang iddle atau diam, tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menggali pendapatan. Kondisi ini dapat membuat manajemen dinilai under performance oleh pemilik modal.

Leave a comment