Gin & Tonic

Obat Tradisional Dari Belanda

Gin & Tonic picture from pixabay.com

Gin tonic mungkin koktail yang paling populer di dunia. Minuman ini menggunakan bahan dasar gin yang dicampur dengan air tonik. Biasanya ditambah irisan lemon dan daun mint. Resep aslinya, gin dan tonic di campur dengan komposisi antara 1:1 sampai 1:3. Tapi sekarang banyak sekali variasi penyajian yang berbeda.

Gin adalah liquor yang berasal dari Belanda. Gin dikenal sebagai obat herbal sebelum populer sebagai komoditas industri. Gin terbuat dari capuran rempah dan tumbuhan seperti ketumbar, citrun, kayu manis, dan juniper, sejenis berry, di campur dengan fermentasi gandum/malt.

Hindia Timur

Walaupun gin berasal dari Belanda, di Asia, gin tonik dipopulerkan oleh pasukan British East India Company ketika menjajah India sekitar abad ke-18. Gin awalnya digunakan sebagai tambahan untuk minum air tonik. Saat itu, air tonik jadi salah satu ransum tentara yang berangkat ke Asia. Selain karena rasanya disukai banyak orang, gin dipilih karena harganya yang murah dan mudah didapat.

Saat itu, semua pasukan dari Eropa wajib minum air tonik untuk melindungi mereka dari bahaya malaria. Karena tonik mengandung kina atau quinine, yang dikenal sebagai obat malaria. Tapi rasanya yang sangat pahit membuat para tonik tidak bisa diminum tanpa campuran. Dengan citarasa herbalnya, gin semakin populer sebagai campuran yang paling pas untuk air tonik.

Legenda

Saat ini, gin & tonik tidak lagi digunakan sebagai obat malaria. Tonik yang menjadi campuran juga tidak sepahit dahulu. Mungkin karena kandungan kina-nya sudah jauh berkurang.

Tetapi minuman ini sudah melegenda. Mulai dari James Bond sampai Barney Stinson (How i met Your Mother) semua mempopulerkan gin & tonic. Bahkan komunitas internasional masih merayakan hari gin & tonic setiap 19 Oktober.

Leave a comment