Masalah Ekonomi dalam Sejarah
Masalah ekonomi adalah permasalahan yang berulang. Masalah mengenai bagaimana mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya, dengan modal seadanya, selalu terjadi dari masa ke masa. Masalahnya sama, hanya pada ruang dan waktu yang berbeda.
Seperti yang seringkali terjadi, dan bahkan sedang dialami saat ini. Naiknya harga komoditas seperti cabe. Ketika panen melimpah, harganya jatuh dan ketika barang langka, harga melonjak tinggi. Masalah tersebut selalu terjadi sepanjang sejarah. Dan para pemikir terdahulu sudah menemukan cara untuk mengatasi masalah dengan berbagai cara.
Oleh karena itu, penting sekali kita mempelajari sejarah, agar kita tidak terperosok dalam lubang yang sama dua kali atau bahkan berkali-kali.
The great gap
Termasuk pemikiran-pemikiran ekonomi dalam sejarah islam. Para pemikir dan pemimpin dalam sejarah Islam menghadapi permasalahan ekonomi yang sama dengan para pemimpin di seluruh belahan bumi. Dan mereka sudah menghadapi serta memecahkan masalah tersebut selama ribuan tahun. Dan cara mereka menyelesaikan masalah ekonomi terangkum dalam kaidah-kaidah yang dapat kita rujuk untuk menyelesaikan masalah saat ini. Tidak selalu sama persis, tetapi paling tidak dapat menjadi panduan yang baik.
Peran ekonom islam dalam sejarah cukup menarik. Karena sejarah ekonomi dunia mengenal“the great gap”, atau kekosongan pemikiran ekonomi selama lebih dari lima abad, sejak setelah peradaban Yunani hingga Thomas Aquinas menulis buku Summa Theologica (Joseph Schumpeter, 1997).
Asumsi tersebut menganggap bahwa pada jaman kegelapan, atau sebelum masa renaissance di Eropa, perkembangan ilmu pengetahuan di semua belahan dunia terhenti.
Ilmu pengetahuan di Jazirah Arab
Sementara fakta yang terjadi adalah, ketika Eropa mengalami masa kegelapan, justru di belahan bumi lain, di jazirah Arab, dan beberapa daerah lainnya, peradaban berkembang pesat.
Banyak sekali ekonom yang menerangkan bahwa pemikiran-pemikiran tersebut mempengaruhi, atau bahkan memicu, terjadinya masa skolastik yang dimulai oleh Thomas Aquinas. Proses tersebut terjadi karena sejak abad ke 8, dimana interaksi antara Eropa dengan dunia timur semakin meningkat. Terutama melalui perdagangan, perang salib dan perjalanan ziarah ke palestina.
Namun demikian, sebagian orang tetap manganggap bahwa karya-karya ilmiah yang muncul dari timur tersebut hanya sekedar terjemahan dari pemikiran Yunani saja. Tanpa ada pengakuan atas kontribusi pemikir-pemikir Islam terhadap ilmu ekonomi.
(bersambung…)
Sumber:
Lyons, J. (2009). The House of Wisdom. New York: Bloomsbury Press.
Ibrahim, A., Amelia, E., Akbar, N., Kholis, N., Utami, S., & Nofrianto. (2021). Pengantar Ekonomi Islam.Jakarta: Bank Indonesia.