Penyisihan sebagian saldo piutang untuk dicadangkan sebagai piutang ragu-ragu, atau cadangan piutang tidak tertagih adalah metode yang wajar dalam akuntansi. Dimana kita menyisihkan sebagian saldo tersebut sebagai biaya untuk mengantisipasi sebagian piutang tersebut tidak akan dilunasi oleh debitur. Dalam laporan keuangan yang disusun dengan allowance method, nilai piutang yang tersaji sebagai aset merupakan nilai bersih setelah dikurangi cadangan piutang atau allowance for bad debt.
Metode ini menghasilkan nilai aset yang lebih realistis. Karena sangat besar kemungkinannya akan ada debitur yang tidak melunasi atau terlambat melunasi hutangnya. Konsekuensinya ketika kita sudah mengalokasikan cadangan piutang adalah, kita harus mencatat cadangan tersebut sebagai biaya yang mengurangi laba. Ini buruk untuk laporan keuangan perusahaan, tapi baik untuk penyusunan laporan pajak :)) karena semakin besar cadangan piutang, laba yang dibukukan akan semakin kecil. Dus, pajak yang dibayar juga akan menyusut.
Permasalahannya, tidak semua bidang usaha boleh mengurangkan beban cadangan piutang dari pendapatannya. Berdasarkan PMK 81/2009, pembentukan dana cadangan yang boleh dikurangkan sebagai biaya hanya terbatas pada :
- Usaha Bank dan BU lainnya yang menyalurkan kredit, leasing, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang
- Usaha asuransi
- Lembaga penjamin simpanan
- Usaha pertambangan dan usaha perkebunan (untuk cadangan biaya reklamasi)
- Usaha pengolahan limbah industri (untuk biaya reklamasi)
Jika bidang usaha kita tidak termasuk klasifikasi diatas, maka kita harus mengeluarkan beban cadangan piutang dari perhitungan penghasilan kena pajak. Dengan kata lain, selain untuk bidang usaha diatas, cadangan piutang atau allowance for bad debt merupakan non-deductible expense yang tidak boleh dimasukan sebagai komponen pengurang pendapatan.
Piutang tidak tertagih hanya dapat dibiayakan jika memenuhi kondisi yang diatur dalam PMK 57/2010. Diantaranya adalah sudah nyata-nyata tidak dapat ditagih, sudah diakui sebagai pendapatan oleh debitur, dan lain sebagainya.